Tampilkan postingan dengan label Ceritaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ceritaku. Tampilkan semua postingan
![]() |
| Image From Google |
“ah, pengantar rindu datang lagi”, ujarnya sambil tersenyum.
Menurut bagas. Hujan baginya
adalah sosok sahabat yang sangat tahu dirinya. ketika senang menghampiri, hujan
seakan selalu memberi senyum terbaik atas kebahagiaan yang di dapat Bagas, keadaan
sedih pun sang hujan selalu datang menghibur dirinya lewat setiap bulir yang
membasahkan tubuhnya. Pantas Bagas selalu bahagia ketika sang rintik hujan
kembali turun.
Read More »
Assalamualaikum
Ahlan wa sahlan sahabatku sekalian
| atas kiri :saya, kang nuryamin, kang sofuan, kang ramdan triana bawah kiri : kang ajib, neng riska, neng ijma, unnamed, kang agus |
Sahabatku
sudah lama ya, semenjak terakhir kali kita berkumpul di Ramadhan tahun
lalu Melepas semua kerinduan yang menggelayut dalam sanubari setiap insan.
bercengkrama mengingat masa-masa ketika masih berseragam putih abu-abu. Semua terasa
masih hidup, tak pernah padam dalam lentera memori walau telah tertiup zaman.
| Koleksi Pribadi |
tak dapat ku buat sketsa bahkan ku lukiskan
ketika kerinduan merona si ujung senja
mekar dan bersemi tanpa sekalipun aku siram
tak ayal semua menjadi suram kelabu dan hanya menjadi sketsa rasa semata
bibir peluh dan kaku, saat dihadapkan pada bayangan lalu
arus air mata tercipta, mengalir menuju hilir tak menentu
kini semua menjadi layu habis ditelan waktu.
![]() |
| Image From Google |
Jam menunjukkan pukul 12.04 WIB, sinyal bahwa waktu istirahat telah tiba. semua pekerjaan sementara aku tinggalkan bersama kepenatan yang diberikannya. suara merdu itu kembali ku dengar petanda Sang Maha memanggil umat menghadapNya, segera saja ku ambil kopiah yang selalu aku sediakan dalam tas kerja. sembari melangkah ke rumahNya, bersama rekan seprofesi kami berbincang-bincang akrab.
![]() |
| Image From Google |
Tanpa sekat
awan hitam yang siap memuntahkan semua isinya
Sunyi musnah
sudah, ketika sepasang bola mata melihat cahaya yang mententramkan sanubari
Di ufuk
timur terlihat sang surya berlarian menghapus gelapnya malam
Tak sadar
air garam dalam kelopak matapun mengalir, tanda syukur atas keagungan-Nya
Bissmilahir rahmanir rahim
Rintik hujan yang membasahkan, menghiasi langkahku menuju rumah-NYA.
Pakaian hangat pun tak kuasa menahan dingin yang menusuk tulang belulang, disertai
langit diselubungi awan pekat hitam menutupi bintang dan bulan yang seperti
biasa tersenyum menuntun langkahku. Ah, suasana shubuh kali ini terasa amat
berbeda, “perasaan apakah ini? “
Disela rukuk dan sujudku tak kuasa air mata menetes membasahi sejadah
yang terbentang. lagi-lagi aku bertanya, “Ada apa ini, kenapa hatiku menjadi
begitu melankolis?.”
****
Kini dengarkanlah dendanglah lagu tanda ingatanku kepadamu teman
Agar ikatan ukhuwah kan bersimpul padu
Kenangan bersamamu takkan ku lupa
Walau badai datang melanda, walau bercerai jasad dan nyawa.
( nasyid Brothers – untukmu teman )
Manis itu tak jua hilang dari sanubari yang kian lama kian rapuh
tergerus oleh waktu, 6 tahun berlalu namun terasa baru saja kemarin kita
berkumpul untuk menggores tinta kenangan didalam hidup masing – masing individu. Canda tawa adalah
bagian dari bumbu yang selalu kita tabur untuk indahnya bayangan itu.
Read More »
Bismillahir Rahmaanir Rahim
"Rasulullah SAW bersabda : “Siapa yang berbuat baik kepadamu, balaslah kebaikannya. Jika anda tidak mampu, maka do’akanlah dia sampai dia mengetahui bahwa kalian telah memberinya yang setimpal.” (Shahih; Ash Shahihah : 254 : HR. Abu Dawud : 9 Kitab Az Zakah, 38 - Bab ‘Athiyatu Man Sa-ala billah)"
Saat itu seperti biasa kemacetan menghiasi disepanjang jalan
di depan sebuah kawasan pusat perniagaan. Mobil dan motor berjajar panjang dan
rapat seperti sebuah barisan parade. Belum lagi suara klakson yang saling
beradu keras dan bersahutan, sehingga memekakkan bagi telinga yang
mendengarnya.
Diantara keramaian tersebut, terlihat beberapa pedagang koran, minuman dan
pengamen jalanan berjalan hilir mudik seperti berusaha merebut perhatian para
pengguna jalan tersebut. Tak jauh dari sana, tampak seorang pemuda menyeka
wajahnya yang berkeringat karena diterpa panasnya sinar mentari.
![]() |
| The Liebster Award |
Syukur Alhamdulillah baru pertama kali saya mendapat penghargaan
seperti ini, terimakasih untuk saudara gulungan pita sudah memberikan award
pertama saya :)
Sebelumnya, saya sebenarnya pribadi yang tak mau memperkenalkan kebiasaan
diri seperti ini, tetapi apa boleh buat ini harus saya lakukan untuk
menghargain orang memberi award terhadap saya, Akan saya ceritakan 11 hal
apa saja yang mengenai saya, semoga ini bukan uzub, riya, bukan pula takabbur.
aamiin
![]() |
Senin, 15 Oktober 2012
Label
Aku dan Alam,
Aku dan Rabbi,
Catatan Saya,
Ceritaku,
doaku,
Hikmah
8
Komentar







