Tampilkan postingan dengan label Tafakur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tafakur. Tampilkan semua postingan
![]() |
Langkah
kosong yang kutinggalkan, kini terasa amat berarti
Sesal
tiada guna, meratapi apa lagi
Geram
melihat diri bingung tanpa jawaban
Sebenarnya
apa yang telah aku lakukan?
Hidup
dalam kesia-siaan yang terus terakumulasi?
Apa
pula sebenarnya yang kucari?
Kehidupan
bayangan bak fatamorgana gurun sahara?
Itukah
yang ku cari?
Read More »
Bismillahir Rahmaanir Rahim
“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).” (QS Az-Zumar : 68 )
Read More »
Read More »Anakku sayang“engkau adalah anak yang shaleh dan bertaqwa, aku yakin engkau akan mendapatkan bimbingan dan pertolongan Illahi (Taufiq dan Hidayahnya) dalam mencapai tujuanmu. Aku sangat berharap agar engkau berjanji pada dirimu sendiri untuk bersungguh-sungguh mengikuti nasehatku ini karena aku tak rela berpisah denganmu wahai belahan jiwaku kelak setelah wafat.”
![]() |
| sunrise di Gunung Gede |
Tak
tahu diri, Mungkin kata itu tepat untuk diri yang hari ini masih tak tahu arti
sebuah ungkapan terima kasih, tentang sebuah rasa syukur untuk hidupku hari
ini, tentang kasih sayang ibu & bapak yang masih kurasa sampai helaan nafas
detik ini, tentang masih tegaknya tubuh yang masih sehat tanpa cacat, dan
tentang nikmat mencicipi manisnya hidayah, iman, serta islam sampai saat ini.
Wahai
Dzat yang nyawaku ada di TanganMu,
kali
ini aku akui semua kedzalimanku, maksiatku, dan semua dosa yang menggunung
tinggi melebihi ketinggian everest, Aku yang terlalu sombong dimataMu, ku
anggap diri ini suci, mulia, sholih, pantas dipuji. Semua hanya menurut akalku
saja, bukan hatiku. Hatiku memberontak dan menjerit atas semua tingkah
congkahku. Engkau yang tahu bau busuk boroknya hati ini, terlena dengan pujian
seorang manusia, terpana dengan keindahan fatamorgana dunia. Maafkanlah dan
sucikanlah aku Rabb.
Sabtu, 28 September 2013
Label
Aku dan Alam,
Aku dan Rabbi,
Catatan Saya,
muhasabah,
rihlah,
Tafakur
7
Komentar
Sendu melanda hati merana
Tak jua bersua sang pujangga
Rindu di pelupuk mata tak tertumpahkan.
![]() |
| Image From Google |
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena merasa takut kepada
Allah sampai susu [yang telah diperah] bisa masuk kembali ke tempat keluarnya.”
(HR. Tirmidzi [1633]).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga
bersabda, “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada hari ketika
tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; [1] seorang pemimpin yang adil, [2]
seorang pemuda yang tumbuh dalam [ketaatan] beribadah kepada Allah ta’ala, [3]
seorang lelaki yang hatinya bergantung di masjid, [4] dua orang yang saling
mencintai karena Allah; mereka berkumpul dan berpisah karena-Nya, [5] seorang
lelaki yang diajak oleh seorang perempuan kerkedudukan dan cantik [untuk berzina]
akan tetapi dia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah’, [6] seorang
yang bersedekah secara sembunyi-sumbunyi sampai-sampai tangan kirinya tidak
tahu apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, dan [7] seorang yang mengingat
Allah di kala sendirian sehingga kedua matanya mengalirkan air mata
(menangis).” (HR. Bukhari [629] dan Muslim [1031]).





