Tampilkan postingan dengan label muhasabah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label muhasabah. Tampilkan semua postingan
![]() |
| sunrise di Gunung Gede |
Tak
tahu diri, Mungkin kata itu tepat untuk diri yang hari ini masih tak tahu arti
sebuah ungkapan terima kasih, tentang sebuah rasa syukur untuk hidupku hari
ini, tentang kasih sayang ibu & bapak yang masih kurasa sampai helaan nafas
detik ini, tentang masih tegaknya tubuh yang masih sehat tanpa cacat, dan
tentang nikmat mencicipi manisnya hidayah, iman, serta islam sampai saat ini.
Wahai
Dzat yang nyawaku ada di TanganMu,
kali
ini aku akui semua kedzalimanku, maksiatku, dan semua dosa yang menggunung
tinggi melebihi ketinggian everest, Aku yang terlalu sombong dimataMu, ku
anggap diri ini suci, mulia, sholih, pantas dipuji. Semua hanya menurut akalku
saja, bukan hatiku. Hatiku memberontak dan menjerit atas semua tingkah
congkahku. Engkau yang tahu bau busuk boroknya hati ini, terlena dengan pujian
seorang manusia, terpana dengan keindahan fatamorgana dunia. Maafkanlah dan
sucikanlah aku Rabb.
Sabtu, 28 September 2013
Label
Aku dan Alam,
Aku dan Rabbi,
Catatan Saya,
muhasabah,
rihlah,
Tafakur
7
Komentar
![]() |
| Image From Google |
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena merasa takut kepada
Allah sampai susu [yang telah diperah] bisa masuk kembali ke tempat keluarnya.”
(HR. Tirmidzi [1633]).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga
bersabda, “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada hari ketika
tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; [1] seorang pemimpin yang adil, [2]
seorang pemuda yang tumbuh dalam [ketaatan] beribadah kepada Allah ta’ala, [3]
seorang lelaki yang hatinya bergantung di masjid, [4] dua orang yang saling
mencintai karena Allah; mereka berkumpul dan berpisah karena-Nya, [5] seorang
lelaki yang diajak oleh seorang perempuan kerkedudukan dan cantik [untuk berzina]
akan tetapi dia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah’, [6] seorang
yang bersedekah secara sembunyi-sumbunyi sampai-sampai tangan kirinya tidak
tahu apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, dan [7] seorang yang mengingat
Allah di kala sendirian sehingga kedua matanya mengalirkan air mata
(menangis).” (HR. Bukhari [629] dan Muslim [1031]).
![]() |
| Imaga From Google |
Senja datang berlarian bersama gelapnya malam,
Jejak penuh darah, tertinggal dalam setiap petak telapak kaki
Jiwa teramat rapuh, terombang ambing dalam lautan nista
Peganganku melemah, perjalanan terhenti oleh butanya hati
Read More »
![]() |
| Image From Google |
Apa yang ada jarang disyukuri dan apa yang tiada
sering dirisaukan
Nikmat yang
dikecap baru akan terasa bila telah hilang
Apa yang
diburu timbul rasa jemu bila sudah di dalam genggaman
Dunia ini
ibarat air laut, diminum hanya menambah haus
Nafsu bagaikan
fatamorgana di padang pasir, panas yang membahang disangka air
Dunia dan
nafsu bagai bayang-bayang, di lihat ada ditangkap hilang.
Tuhan,
Leraikanlah dunia
yang mendiam didalam hatiku
Berada disitu
tidak aku mampu mengumpul dua cinta
Hanya cinta-Mu
kuharap tumbuh
Dibajai bangkai
dunia yang kubunuh
![]() |
| Image From Google |
Bak mengukir
asa di atas air, sama sekali tak berbekas
Walau waktu
dan hasrat diri aku peras
Kini, semua terkulai
lemas
Assalamu'alaikum
| Image From Google |
Sebagai Khalifah selepas kematian Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar
Bin Al-Khaththab sangat merasa berat dalam memimpin rakyatnya. Ada suatu malam
dia meronda di sekeliling kota dan kampung untuk melihat hal rakyatnya, dia
mendengar tangisan anak-anak. Sayyidina Umar menghampiri pondok buruk tempat
tinggalnya anak-anak itu.
![]() |
| Image From Google |
Mengasingkan diri yang diajarkan
syariat dan sunah Rasul adalah menjauhkan diri dari kejahatan dan pelakunya,
orang-orang yang banyak waktu kosongnya, orang-orang yang lalai, dan
orang-orang yang senang membuat huru-hara. Dengan begitu, jiwa Anda akan selalu
terkendali, hati menjadi tenang dan sejuk, pikiran selalu jernih, dan Anda akan
merasa leluasa dan bahagia berada di taman-taman ilmu pengetahuan.
Di malam penuh bintang
Di atas sajadah yang ku bentang
Sedu sedan sendiri
Mengadu pada Yang Maha Kuasa
Read More »
Puisi Anak Jalanan
Read More »
Mereka manusia yang tangguh,
Mereka manusia yang utuh,
Mereka manusia yang berpengaruh,
Merekalah Anak Jalanan
Bismillahirrohmaanirrohiim
![]() |
| Pondok Pesantren At - Taqwa |
Hari itu, tepatnya Kamis Tanggal 27 September saya menyempatkan diri
untuk bersilaturahmi ke tempat yang
sejak lama ingin saya datangi, "Pondok Pesantren At Taqwa" tepatnya terletak di Kelurahan Sindangsari Kecamatan Lembursitu. tempat yang dulu pernah saya tinggali untuk menimba Ilmu Agama. Lingkungan yang sangat sederhana akan tetapi tak pernah surut Aktifitas
Keagamaannya.
Read More »
Bismillah
Assalamualaikum
Mencintai.. dicintai..
fitrah manusia..
Setiap insan di dunia akan
merasakannya..
Indah ceria kadang merana
itulah rasa cinta.. (The Fikr - Cinta)
"Kenapa kalau kita
membicarakan kata cinta, lebih sering diidentikan dengan cinta antara lelaki
dengan wanita?"
Memang, tidak dapat dipungkiri
bahwa kata cinta antara lelaki dengan wanita merupakan sebuah kata yang sangat
pas untuk menggambarkan sebuah perasaan ‘kecenderungan’ antara lelaki dengan
wanita. Padahal, sebenarnya masih banyak sekali bentuk cinta yang kita rasakan
selama ini. Contohnya, cinta seorang ibu pada anaknya, cinta kakak pada
adiknya, cinta seorang sahabat, dan lain-lain. Akan tetapi, bentuk cinta mereka
mungkin lebih sering diidentikan dengan kata ‘kasih sayang’..
Bismillahirrohmaanirrohiim
Waktu menunjukkan pukul 04.00 subuh, tidak biasanya Qanitah bangun pada waktu itu. Qanitah adalah anak perempuan yang masih berumur empat tahun. Ada apa Qanitah se-subuh itu sudah bangun dari tidurnya. Mungkin karena Bundanya yang sudah bangun dari tidur, untuk melanjutkan sisa pekerjaan menghitung nilai-nilai anak muridnya di sekolah, karena akhir pekan ini akan ada pembagian raport di sekolah. Ya, karena Bunda Qanitah adalah seorang guru dan diamanahi sebagai wali kelas.
Ayah Qanitah akhirnya terbangun dari tidur nyenyaknya. Dan ia melihat suasana kamar tengah yang sudah ada kehidupan, istrinya yang sedang melanjutkan menghitung nilai-nilai anak muridnya dengan ditemani Qanitah anak tersayangnya.
Dan akhirnya kumandang adzan subuh pun terdengar dari musholla belakang rumahnya. Allahu akbar… Allahu akbar… bersamaan dengan itu Qanitah langsung berkata sambil berjalan menuju Ayahnya, ”Ayah sudah adzan, sudah adzan, shalat di masjid Ayah… Qanitah ikut”. “Sekarang sholat apa Ayah, koq ada adzan ya…”, tanya Qanitah, “Sekarang shalat subuh Qanitah…, iya itu namanya adzan subuh…” jawab ayahnya sambil tersenyum. Ayah Qanitah segera bersih-bersih dan berwudhu.
Bismillahirrohmaanirrohiim
Al-Hakim meriwayatkan Alqamah bin Haris r.a berkata, aku datang kepada Rasulullah s.a.w dengan tujuh orang dari kaumku. Kemudian setelah kami beri salam dan beliau tertarik sehingga beliau bertanya, "Siapakah kamu ini ?"
Al-Hakim meriwayatkan Alqamah bin Haris r.a berkata, aku datang kepada Rasulullah s.a.w dengan tujuh orang dari kaumku. Kemudian setelah kami beri salam dan beliau tertarik sehingga beliau bertanya, "Siapakah kamu ini ?"
Jawab kami, "Kami adalah orang beriman." Kemudian baginda bertanya, "Setiap perkataan ada buktinya, apakah bukti keimanan kamu ?" Jawab kami, "Buktinya ada lima belas perkara. Lima perkara yang engkau perintahkan kepada kami, lima perkara yang diperintahkan oleh utusanmu kepada kami dan lima perkara yang kami terbiasakan sejak zaman jahiliyyah ?"











