Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Pada zaman Nabi Muhammad SAW, ada seorang pemuda bermata biru, rambutnya
merah, pundaknya lapang panjang, berpenampilan cukup tampan, kulitnya
kemerah-merahan, dagunya menempel di dada selalu melihat pada tempat sujudnya,
tangan kanannya menumpang pada tangan kirinya, ahli membaca Al-Qur'an dan menangis, pakaiannya hanya dua helai sudah
kusut yang satu untuk penutup badan dan yang satunya untuk selendangan, tiada
orang yang menghiraukan, tak dikenal oleh penduduk bumi akan tetapi sangat
terkenal di langit.
Pemuda dari Yaman ini telah lama menjadi
yatim, tak punya sanak famili kecuali hanya ibunya yang
telah tua renta dan lumpuh. Hanya penglihatan kabur yang masih tersisa. Untuk
mencukupi kehidupannya sehari-hari, Uwais bekerja sebagai penggembala kambing.
Upah yang diterimanya hanya cukup untuk sekedar menopang kesehariannya bersama
Sang ibu, bila ada kelebihan, ia pergunakan untuk membantu tetangganya yang
hidup miskin dan serba kekurangan seperti keadaannya. Kesibukannya sebagai penggembala domba dan merawat ibunya yang lumpuh dan
buta, tidak memengaruhi kegigihan ibadahnya, ia tetap melakukan puasa di
siang hari dan bermunajat di malam harinya.
![]() |
| Image From Google |
Mengasingkan diri yang diajarkan
syariat dan sunah Rasul adalah menjauhkan diri dari kejahatan dan pelakunya,
orang-orang yang banyak waktu kosongnya, orang-orang yang lalai, dan
orang-orang yang senang membuat huru-hara. Dengan begitu, jiwa Anda akan selalu
terkendali, hati menjadi tenang dan sejuk, pikiran selalu jernih, dan Anda akan
merasa leluasa dan bahagia berada di taman-taman ilmu pengetahuan.
Al-Quran banyak mengisahkan perjuangan para Nabi dan Rasul a.s yang
kesemuanya adalah orang-orang terpilih daripada kalangan pemuda yang berusia
sekitar empat puluhan. Bahkan ada diantara mereka yang telah diberi kemampuan
untuk berdepat dan berdialog sebelum umurnya genab 18 tahun. Berkata Ibnu Abbas
r.a. “Tak ada seorang nabi pun yang diutus Allah, melainkan ia dipilih di
kalangan pemuda sahaja (yakni 30-40 tahun). Begitu pula tidak seorang ‘Alim
pun yang diberi ilmu, melainkan ia (hanya) dari kalangan pemuda”.
Kemudian Ibnu Abbas membaca firman Allah swt:
Read More »
SEORANG PEMUDA belia dari Kabilah Aslam sedang termenung sendirian. Agaknya
dia sedang sibuk memikirkan sesuatu yang membebani hatinya. Pemuda itu kuat,
gagah, penuh gairah untuk menghadapi masa depan yang penuh akan tantangan. Badannya
tegap dan kuat, sanggup untuk dihadapkan pada perjuangan seperti yang sedang
dilakukan oleh orang lain, Jihad Fi Sabilillah adakah jalan yang lebih afdol
dan mulia selain Jihad Fi Sabilillah?. Rasa – rasanya tidak ada. Sebab itulah
satu – satunya jalan jika benar – benar telah menjadi tujuan dan niat suci
untuk mencari restu dan ridha Allah Subhanahu wa ta’ala. “Demi Allah, inilah
satu kesempatan yang sangat baik” kata hati pemuda itu. Yah, sebab disana, rombongan kaum muslimin sedang bersiap menuju medan juang Jihad Fi Sabilillah
Sebagian sudah berangkat, sebagian lagi baru datang segera berangkat. Semuanya menampakkan
wajah yang senang, pasrah, dan tenang dengan suatu iman yang terdalam. Wajah –
wajah mereka membayangkan suatu keyakinan penuh, bahwa sebelum ajal berpantang
mati. Maut akan menimpa dimana kita berada. Yakin bahwa umur itu satu. Kapan akan
sampai batasnya, hanya Allah Yang Maha Tahu. Bagaimana sebab dan kejadiannya,
takdir Allah lah yang menentukan.
Bismillahir Rahmaanir Rahiim
Assalamualaikum
Alhamdulillah puji syukur kepada Allah Swt yang mana hingga saat ini umur kita masih dipanjangkan Allah Swt dalam keadaan sehat dan taat kepada Allah Swt sehingga dengan kasih sayang nya kita masih dapat bertemu dengan bulan muharram yang mulia.
saudara - saudaraku bulan Muharram adalah salah satu bulan haram yang mulia, bulan yang Allah Swt jadi kan sebagai awal bulan.
"Allah Swt berkata : Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa." ( At Taubah 36 )
"Allah Swt berkata : Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa." ( At Taubah 36 )
Bismillahirrohmaanirrohiim
Waktu menunjukkan pukul 04.00 subuh, tidak biasanya Qanitah bangun pada waktu itu. Qanitah adalah anak perempuan yang masih berumur empat tahun. Ada apa Qanitah se-subuh itu sudah bangun dari tidurnya. Mungkin karena Bundanya yang sudah bangun dari tidur, untuk melanjutkan sisa pekerjaan menghitung nilai-nilai anak muridnya di sekolah, karena akhir pekan ini akan ada pembagian raport di sekolah. Ya, karena Bunda Qanitah adalah seorang guru dan diamanahi sebagai wali kelas.
Ayah Qanitah akhirnya terbangun dari tidur nyenyaknya. Dan ia melihat suasana kamar tengah yang sudah ada kehidupan, istrinya yang sedang melanjutkan menghitung nilai-nilai anak muridnya dengan ditemani Qanitah anak tersayangnya.
Dan akhirnya kumandang adzan subuh pun terdengar dari musholla belakang rumahnya. Allahu akbar… Allahu akbar… bersamaan dengan itu Qanitah langsung berkata sambil berjalan menuju Ayahnya, ”Ayah sudah adzan, sudah adzan, shalat di masjid Ayah… Qanitah ikut”. “Sekarang sholat apa Ayah, koq ada adzan ya…”, tanya Qanitah, “Sekarang shalat subuh Qanitah…, iya itu namanya adzan subuh…” jawab ayahnya sambil tersenyum. Ayah Qanitah segera bersih-bersih dan berwudhu.
Bismillahirrohmaanirrohiim
Al-Hakim meriwayatkan Alqamah bin Haris r.a berkata, aku datang kepada Rasulullah s.a.w dengan tujuh orang dari kaumku. Kemudian setelah kami beri salam dan beliau tertarik sehingga beliau bertanya, "Siapakah kamu ini ?"
Al-Hakim meriwayatkan Alqamah bin Haris r.a berkata, aku datang kepada Rasulullah s.a.w dengan tujuh orang dari kaumku. Kemudian setelah kami beri salam dan beliau tertarik sehingga beliau bertanya, "Siapakah kamu ini ?"
Jawab kami, "Kami adalah orang beriman." Kemudian baginda bertanya, "Setiap perkataan ada buktinya, apakah bukti keimanan kamu ?" Jawab kami, "Buktinya ada lima belas perkara. Lima perkara yang engkau perintahkan kepada kami, lima perkara yang diperintahkan oleh utusanmu kepada kami dan lima perkara yang kami terbiasakan sejak zaman jahiliyyah ?"




