Secarik Kertas Untuk Ibu


Ibu,
Beban seakan tak pernah ada habisnya. Bahkan, kian lama kian memberatkan pundakmu, engkau berusaha sendirian untuk menghidupi kami anakmu walau urat malu putus pun kau tak hiraukan. “Ini demi anakku”, mungkin kalimat ajaib itu yang selalu engkau sematkan dalam sanubari sehingga entah dari mana kekuatan itu hadir dan mendorong semangat juangmu.

Cintamu bagai mata air zam-zam yang tak pernah habis sepanjang zaman, kasih sayangmu selalu kau curahkan dengan bentuk ragam dan rupa, senyumanmu selalu bersimpul padu dengan cinta kasihmu, lautan maaf selalu tercurah walau pembangkangan kami setiap waktu selalu menyayat relung hati, meski air mata menetes pilu engkau tetap tegar dan tersenyum untuk kami.

Engkau luapkan semua limpahan kasih sayangmu, selalu kau bagi kebahagiaanmu untuk kami. Engkau rela menempuh onak berliku demi kami, namamu seharum semerbak kasturi bersama curahan kasih suci yang engkau beri. Engkaulah permata hati yang mendidik dan mengasuh kami serta bertarung nyawa demi kasih sucimu. Pantas Tuhan Begitu menyayangi sosokmu, Sebagai seorang ibu Tuhan pun memberi penghormatan kepadamu dengan meletakkan Kunci Pintu Syurga dibawah kaki yang lembut. Alangkah mulianya engkau Ibu.

Izinkan anakmu ini bersimpuh dihadapmu mencium telapak kakimu, jangan kau tunjukkan air matamu yang suci itu untuk anakmu yang durhaka  durjana  ini. Sungguh malu jiwa ini takkala mengingat semua curahan kasih suci nun murnimu untuk kami.

Maafkanlah anakmu yang tak tahu diri ini.
Beribu Doa selalu tersemat namamu, lembutnya sutera tak akan pernah bisa mengalahkan lembutnya kasih sayangmu.
Tuhan Selalu bersamamu Ibu, dalam dingin dan sunyi malam selalu mendekap hangat tubuhmu.
Rahmat Tuhan Selalu mengalir untukmu

Aku Menyayangimu Ibu, engkaulah yang selalu ku rindu dan namamu selalu bertahta dihatiku

“SELAMAT HARI IBU”
“UNTUK SEMUA IBU DI  DUNIA

22 Komentar:

  1. Zaenuri Achmad mengatakan...:

    Ibuuu....
    Mengingatkan akan ibu yg telah susah payah melahirkan dan mendidik kita.

    Www.ZaenuriAchmad.com

  1. muhammad ridwan mengatakan...:

    dalem banget suasananya....

  1. Banyu Kusuma mengatakan...:

    kasih ibu tak akan pernah hilang walau tergerus kejamnya zaman

    siap ke TKP. ;)

  1. Banyu Kusuma mengatakan...:

    terimakasih banyak mas ridwan :)

  1. kakaakin mengatakan...:

    Semoga kelak hanya air mata bahagia yang mengalir di pipi ibunda... :)

  1. Banyu Kusuma mengatakan...:

    Aamiin, Semoga saja ya mba. :)

  1. Andro Bhaskara mengatakan...:

    Ibu.. entah bagaimana membalas kasihnya.. saya sadar itu tidak mungkin, hanyA BERHARAP Semoga Allah membalasnya dengan kasih yang lebih dari apa yang saya dapatkan.. :)

  1. Banyu Kusuma mengatakan...:

    Aamiin.
    walau kulit kita diiris sekali pun pengorbanan ibu tak pernah bisa dibalas, cukup Allah semata yang bisa membalas jasa beliau.

  1. Gulunganpita mengatakan...:

    bismillah..
    jadi kangen ibu di rumah.. rasanya ingin pulang.

    eh, by the way, template baru yaa

  1. Banyu Kusuma mengatakan...:

    Ayo dong pulang, lepas Rindu buat ibu :)

    iya nih, kosmetik kemarin udah kadaluarsa. hehe :D

  1. Niken Kusumowardhani mengatakan...:

    Sebagai seorang ibu, terima kasih untuk ucapan Selamat Hari Ibu-nya...

    Cintai ibu karena Allah. Cintai ibu untuk mencari ridha Allah. Karena itu akan lebih tulus dan ikhlas.

  1. Akhmad Muhaimin Azzet mengatakan...:

    Membacanya, betapa kuat dalam hati rinduuuuu sekali kepada Ibu. Bagus banget, Mas, tulisannya.

  1. Banyu Kusuma mengatakan...:

    sama - sama bunda,

    Semoga Allah memberi jalan dan kesempatan untuk bisa memuliakan orangtua, khususnya Ibu

  1. Banyu Kusuma mengatakan...:

    dibuat tersanjung oleh mas akhmad.

    Terimakasih untuk kunjungan dan komentarnya mas akhmad muhaimin azzet. :)

  1. air.st mengatakan...:

    salah satu inspirasi yang sangat mengena untuk akhir pekan ini..

  1. Arya Poetra mengatakan...:

    Memang tak salah rasulullah pernah berkata atas tanya sahabat yang terlontar pada beliau, akan rasa hormat yang harus ditujukan kemana. Rasulullah bahkan mengulangnya hingga tiga kali, "Ummi, Ummi, Ummi"..

    Bahkan, kalau mau dimaknai, ibu adalah perantara kita hingga bisa ada di dunia ini. Allah menitipkan kita di rahim ibu, tuk di-ada-kan kemudian. Sungguh besar arti seorang ibu, bahkan olehNYA..

  1. Banyu Kusuma mengatakan...:

    air.st : semoga bermanfaat :)

  1. Banyu Kusuma mengatakan...:

    Arya Poetra : dalam sekali, terimakasih mas Arya untuk tambahannya :)

  1. Arya Poetra mengatakan...:

    Dan sekilas info, Bayu sudah ikuti blog ku dua kali. Hihihihi... :)

  1. Banyu Kusuma mengatakan...:

    waduh, saya kelupaan udah ngefollow kali y mas. Hehe
    Maaf maaf. :D

  1. Accilong (Asriani Amir) mengatakan...:

    duh, mampir disini bikin mellow swallow.
    hati ane rontok ini.

  1. Banyu Kusuma mengatakan...:

    terimakasih kunjungannya,
    walaupun mellow swallow, semoga betah di gubuk sederhana saya. :D

Posting Komentar