Sebuah Wasiat Dari Ibuku


 

Anakku sayang
“engkau adalah anak yang shaleh dan bertaqwa, aku yakin engkau akan mendapatkan bimbingan dan pertolongan Illahi (Taufiq dan Hidayahnya) dalam mencapai tujuanmu. Aku sangat berharap agar engkau berjanji pada dirimu sendiri untuk bersungguh-sungguh mengikuti nasehatku ini karena aku tak rela berpisah denganmu wahai belahan jiwaku kelak setelah wafat.”

Anakku sayang
“Jika engkau mendapat ampunan Allah lebih dahulu di akhirat, mintalah syafa’at agar kami mendapat ampunan. Katakan kepada Allah bahwa engkau ingin berkumpul bersama orang tua yang sangat menyayangimu ini. Aku berjanji, Jika aku telah terlebih dahulu mendapat ampunan Allah, aku akan sujud dan menyampaikan kepada Allah bahwa aku tak tahan di surga tanpa anakku yang amat aku kasihi. Aku akan mengemis kepada Allah agar dikumpulkan bersamamu.”

Ya Mujib
Inilah wasiat orangtua untukku,
Perkenankan bila Engkau meridhoi
Engkaulah yang Maha Tahu perbuatanku yang nyata maupun tersembunyi
Hina dan jijiknya aku, jangan Engkau ungkap di depan halayak
Engkaulah sebaik-baiknya Tuhan yang menjaga aib hamba
Aku ingin wasiat itu aku penuhi ya Allah, sebagai tanda baktiku pada mereka
Yang telah melahirkanku, merawatku, menjadi madrasah pertamaku, dan sebagai tempat meluapkan segala rasa bahagia dan duka
Jangan jadikan kehinaanku menjadi benteng penghalang pengabulan doaku
Bimbinglah aku untuk sedikit demi sedkit merubah amal dan akhlakku
Jangan engkau campakkan aku dalam kehinaan yang aku perbuat

Ya Muqalibul Qulub
Tunjuki jalan yang lurus-Mu
Jangan jadikan jalan hidupku bengkok
Lembutkan hatiku
Engkaulah sebaik-baik pengabul doa setiap hambaMu

1 Komentar:

  1. Fakhrul Rozi mengatakan...:

    amin..........
    (http://s-hukum.blogspot.com/)

Posting Komentar